Perjalanan Waktu
Drrrrrrtttttt!
Bunyi
kegaduhan mendering dari kamar Rizky. Rizky sedang membuat sebuah mesin waktu.
Rizky adalah salah satu mahasiswa dari Universitas ternama di Indonesia. Ia
mengambil jurusan teknik. Rizky sudah sejak lama ingin membuat mesin waktu, ia
ingin melihat teknologi di bumi beberapa tahun mendatang. Rizky membuat mesin
waktu bersama partnernya yang bernama Raya. Mereka memang sudah dekat sejak
mereka masih duduk di bangku SMA.
Berminggu-minggu
telah berlalu, Rizky dan Raya membuat mesin waktu namun selalu gagal. Tetapi
Rizky dan Raya memiliki tekad yang kuat dan tidak pernah putus asa. Mereka
terus mencoba dan mencoba. Akhirnya, kerja keras Rizky dan Raya membuahkan
hasil. Mereka berdua berhasil membuat mesin waktu yang diberi nama R~Y
MACHINE. Mesin ini berbentuk kubus yang tidak terlalu besar.
Dengan mata
berbinar dan penuh semangat Raya berkata kepada Rizky,
“Ky,
bagaimana jika kita mencoba mesin waktu ini?” kata Raya.
“Hm, ayoo!!”
kata Rizky tak kalah semangat.
Mereka pun
menaiki mesin waktu. Rizky dan Raya menyetel waktu ke 3000 tahun mendatang.
Mesin waktu pun melesat dengan kecepatan cahaya yang sangat tinggi. Setelah
sekitar 15 menit, mesin waktu pun berhenti yang membuat Rizky dan Raya pun
terheran-heran. Rizky dan Raya pun ke luar dari mesin waktu. Mereka terkejut
melihat keadaan bumi saat itu.
“Wow, canggih
sekali ya tempat ini,” kata Raka takjub dengan mata berbinar.
“Iya, ya. Hebat
sekali teknologinya,” sambung Rizky.
Mereka pun
berkeliling kota di iringi perasaan takjub dan penuh semangat.
“Ky ini kota
Jakarta kan?” kata Raya.
“Entahlah,”
kata Rizky yang masih tak percaya mereka berada di tempat ini.
“Rizky, lihat
itu!” kata Raya sambil nunjuk sesuatu.
“Ah, itu kan
monas,” kata Rizky sambil terkejut.
“Iya. Siapa
sangka? Jakarta dulu penuh sampah tapi sekarang sudah tertata rapi begini.”
kata Raya dengan nada sedikit prihatin.
Pada saat itu
ada seorang lelaki tua yang menghampiri mereka dengan raut muka yang terkejut
dan terheran-heran.
“Hai, kalian
siapa?” tanyak lelaki itu yang ternyata bernama pak Aryo.
“Saya Rizky
dan ini teman saya, Raya. Kami berdua dari Jakarta, namun dari tahun 2018,” Jelas
Rizky yang membuat pak Aryo mengerutkan kening.
“Kalian
penjelajah waktu?” tanya pak Aryo lagi.
“Iya pak,”
jawab Raya sambil terus tersenyum.
Saat itu juga
pak Aryo langsung mengajak Rizky dan Raya ke rumah pak Aryo. Rizky dan Raya
hanya membalas anggukan serta senyum yang sedikit tipis dengan maksud
menyetujui apa yang pak Aryo tawarkan. Rumah Pak Aryo sedikit unik. Bentuknya
mirip seperti berbentuk UFO, yang letaknya tak jauh dari tempat mereka bertemu
dengannya.
“Kalian mau
apa ke sini?” tanya pak Aryo.
“Kami ke sini
untuk melihat-lihat teknologi pada tahun ini, pak.” jawab Rizky yang menjelaskan
penyebab kedatangannya dan Raya saat itu.
“Sebaiknya,
kalian pergi dari sini!” pinta pak Aryo dengan nada memohon tetapi tegas.
“Kenapa kami
harus pergi, pak?” tanya Rizky dengan raut wajah yang kebingungan.
“Kalau kalian
tidak pergi, kalian bisa diketahui oleh pemerintah. Jika hal tersebut terjadi,
pemerintah akan mengambil mesin waktu kalian dan kalian tidak akan bisa kembali
ke tahun asal kalian. Ini dapat menjadi masalah besar,” jelas pak Aryo dengan
nada suara yang tinggi.
“Tapi, kami
ingin di sini untuk sementara waktu, pak,” pinta Raya dengan nada yang sedikit
terbata-bata.
“Tidak
boleh! Kalian tidak boleh berlama-lama
di sini,” kata pak Aryo dengan tegas.
“baiklah,
pak. Kami akan segera pergi dari sini” jawab Rizky dengan lesu.
Akhirnya
Rizky dan Raya kembali ke Jakarta pada tahun 2018 dengan perasaan kecewa.
Namun, kekecewaan Rizky dan Raya terbayar karena mereka berdua telah berhasil
melintasi ruang dan waktu dengan mesin waktu yang mereka ciptakan.

Post a Comment