NARENDRA NARESWARI
Seorang bayi perempuan nayanika yang lahir dari rahim ibu, dia hidup sederhana sebagai kasta sudra di kerajaan Yamuhdeta. Dia tumbuh menjadi gadis desa yang cantik dan indah. Setiap harinya ia hanya berjualan di toko rumahnya, banyak bangsawan yang singgah di toko miliknya karena ia memiliki sifat yang baik hati dan jelita seperti Nareswari (Permaisuri Kerajaan).
Suatu hari, Raja Bhaskara sedang melihat keadaan rakyat-rakyat nya. Saat itu juga, dia melihat Nayanika di tokonya. Karena Raja Bhaskara mempunyai kemampuan melihat sinar tanda darah biru atau bangsawan, raja terkejut ketika melihat Naya yang mengeluarkan sinar yang amat terang. Raja bertanya pada Naya,
"Naya, apakah engkau mempunyai leluhur Bangsawan?" tanya Raja.
"Maaf yang mulia Narendra(Raja Kerajaan), saya dengan para leluhur saya tidak mempunyai kasta bangsawan," ucap Naya.
Setelah itu, Raja Bhaskara bertemu ibu Naya dan meminta izin untuk membawa Naya ke kerajaan guna dijadikan selir.
2 bulan telah dilalui. Sekarang, dia sudah menjadi selir dengan pangkat tertinggi. Lalu, ibu Naya wafat. Akhirnya, ia kembali ke rumahnya dan menangis sejadi-jadinya.
"Ibu, kenapa engkau meninggalkanku seperti ini? Maafkanlah aku yang tidak bisa menjagamu disaat terakhir,"
Lalu, orang kepercayaan sang Ibu menepuk pundak Naya agar dirinya dapat tenang dan memberikan secarik kertas yang terlihat lusuh.
"Nak, ini peninggalan ibumu yang dirahasiakan selama ini. Tolong bacalah kertas ini," ucap nenek asrih.
"Baik, nek," ucap Naya dengan perasaan yang masih saja sedih.
Naya terkejut. Sebenarnya, dia adalah Bangsawan dari Prabu Mahestu Kaning dari Kerajaan Sukmajaya. Dituliskan bahwa Prabu Mahestu bersahabat dengan Prabu Cokrobalang dari kerajaan Yamuhdeta yang merupakan leluhur Raja Bhaskara. Mereka berdua membuat perjanjian bahwa harus ada keturunanya yang menikah. Tangan keduanya digorok dan mencampur darah dalam wadah suci.
1 tahun kemudian, terjadi perang di kerajaan sukmajaya. Namun sayang, mereka kalah. Kerajaan yang runtuh membuat rakyat Kerajaan berpencar.
Ibu Naya sekarang berada di Desa Karimun dibawah naungan Raja Bhaskara. Naya lahir dari cahaya suci yang dimasukan ke rahim keturunan ke 5 prabu mahestu. Setelah Raja Bhaskara tau mengenai fakta leluhurnya dengan Naya, ia pun langsung menikahinya dan Naya pun menjadi Nareswari.
"Wah, ternyata cerita cerpen nya seru juga ya," ucap Fathiya.
Dia lalu meminjam cerpen itu di perpustakaan dan berkhayal akan menjadi Nareswari Nayanika ataupun Yang mulia Narendra Bhaskara.

Post a Comment