BAPERAN ITU MENYAKITKAN
Aku melangkahkan kaki masuk kedalam sekolah tersebut.
Satu... Dua.... Tigaa...
Aku melihat banyak muka orang-orang yang tidak aku kenal. Tak sengaja ada seorang perempuan yang tersenggol bahuku, tatapannya membuat perasaanku menjadi aneh. Entah mengapa aku pun tak tau. Lalu, perempuan tadi lari menuju ke arah teman-temannya. Aku pun mencari kelas yang akan menjadi rumah keduaku.
Ding..... Dong....
Bel sekolah berbunyi menandakan bahwa pelajaran akan dimulai sebentar lagi. Aku duduk di belakang bersama seorang laki-laki bernama Dimas. Lalu segerombol perempuan memasuki kelas. Aku memperhatikan salah satu dari perempuan tersebut. Ternyata, itu adalah orang yang tak sengaja bertabrakan denganku tadi. Tak kusangka. Ternyata, aku satu kelas dengan perempuan itu. Dimas mengatakan bahwa namanya adalah Aisy. Aku senang karena ternyata dia satu kelas denganku.
Setelah itu, segerombolan laki-laki juga masuk ke kelas. Mereka adalah geng yang sangat jahil. Dimas mengatakan kepadaku bahwa ketua geng tersebut adalah pacar Aisy. Entah mengapa hatiku merasa sangat aneh seperti terjiwit jiwit oleh capit kepiting.
Aku berpikir ternyata terlalu baper itu tidak enak. Terkadang, itu akan membuat kita kecewa. Seusiaku menyukai lawan jenis itu memang wajar, asalkan tidak berlebihan. Dan mulai sekarang aku tidak akan menjadi orang yang mudah baperan.

Post a Comment